PESISIR BARAT – Persiapan pelaksanaan Latihan Kesiagaan Evakuasi Medis Udara Puskesau (Pusat Kesehatan Angkatan Udara) Tahun 2026 di Kabupaten Pesisir Barat memasuki tahap pematangan. Sosialisasi sekaligus gladi sore dilaksanakan di kawasan Bandar Udara Muhammad Taufik Kiemas, Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Selasa (22/09/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Armen Qodar, S.P., M.M., yang mewakili Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Septono, S.KM., M.M.; Kepala BPBD Herdy Wilismar, S.H., M.M.; Kasat Pol PP Cahyadi Muis, S.IP.; serta Direktur RSUD KH. Muhammad Thohir dr. Yusuf Firmansyah, M.Kes.

Sosialisasi sekaligus gladi sore dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel, sarana pendukung, serta koordinasi antarunsur sebelum pelaksanaan latihan utama. Kegiatan melibatkan unsur TNI Angkatan Udara, tenaga kesehatan, ambulans, RSUD KH. Muhammad Thohir, serta unsur pendukung lainnya.

Dalam skenario latihan, evakuasi medis udara dilakukan dari sejumlah titik yang telah ditentukan, yakni Lapangan SDN Way Tias, Lapangan Bangun Negara, Lapangan Siring Balak, serta RSUD KH. Muhammad Thohir.

Latihan akan melibatkan satu unit Caracal, dua unit Colibri, dan satu unit Cassa, yang didukung ambulans serta tenaga kesehatan.

Evakuasi medis udara tidak hanya berorientasi pada pemindahan pasien, tetapi juga memastikan penanganan medis tetap berlangsung selama proses penerbangan hingga pasien diserahkan kepada fasilitas kesehatan tujuan.

Dalam gladi tersebut, koordinasi antara unsur penerbangan, tenaga medis, ambulans, dan fasilitas kesehatan menjadi salah satu bagian yang dimatangkan. Setiap tahapan, mulai dari penjemputan korban di lokasi, proses pemindahan pasien, hingga penyerahan kepada tim medis dan ambulans, dipersiapkan agar dapat berlangsung secara terkoordinasi.

Selain evakuasi korban dari lokasi kejadian, skenario juga mencakup proses rujukan pasien dari RSUD KH. Muhammad Thohir menuju fasilitas kesehatan dengan tingkat pelayanan lebih tinggi di Bandar Lampung.

Mekanisme tersebut menjadi bagian dari simulasi untuk memastikan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat segera dirujuk melalui jalur udara.

Secara keseluruhan, skenario latihan melibatkan delapan pasien yang dievakuasi melalui enam sortie penerbangan, dengan dukungan satu unit Caracal, dua unit Colibri, dan satu unit Cassa, serta keterlibatan unsur kesehatan, rumah sakit, ambulans, dan masyarakat.

Melalui sosialisasi dan gladi sore ini, seluruh unsur diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing, sekaligus memastikan kesiapan menghadapi setiap tahapan dalam pelaksanaan latihan.

Latihan Kesiagaan Evakuasi Medis Udara Puskesau Tahun 2026 diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, kemampuan, serta integrasi seluruh unsur dalam memberikan dukungan kesehatan kepada masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat yang membutuhkan evakuasi melalui jalur udara. (Rilis Diskominfotiksan)