Krui,

PEMERINTAH KABUPATEN WAY KANAN STUDI TIRU TERKAIT PENERAPAN SiKAMDO PESISIR BARAT

Plt Kadis Kominfo Pesisir Barat Drs. Miswandi Hasan, M.Si didampingi oleh Kasi Pengelola Media Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Ahmad Nalpa, S.Kom dan Operator SiKAMDO Betara Sona, S.Si menerima rombongan dari Diskominfo Kabupaten Way Kanan yang dipimpin oleh Kabid Statistik dan Persandian Rubiady, S.Si,.MM 

di Ruang Kerja Kadis Kominfo Pesisir Barat, Selasa 14 Desember 2021.

Kedatangan rombongan dalam rangka silaturahmi dan sharing pengalaman dalam penerapan tata kelola kerjasama pers media dengan menggunakan aplikasi yang telah lebih dahulu diterapkan oleh Pemkab Pesisir Barat yaitu SiKAMDO. 

Mengawali pertemuan tersebut, Kabid Statistik dan Persandian Diskominfo Way Kanan Rubiady, S.Si,.MM Selaku pimpinan rombongan menyampaikan maksud dan tujuan kehadiran mereka di Diskominfo Pesisir Barat.

“Maksud dan tujuan kami hadir disini adalah ingin minta atau berbagi pengalaman bagaimana penerapan SiKAMDO Pesisir Barat sehingga bisa diterima oleh para awak media”

Kemudian Kasi Pengelola Media Ahmad Nalpa, S.Kom menyambut rombongan dengan menceritakan kronologi awal lahirnya SiKAMDO. SiKAMDO merupakan Sistem Kendali Administrasi Media Diskominfo Online Kabupaten Pesisir Barat yang dibuat dengan tujuan sebagai layanan komunikasi dua arah secara online mengikuti tuntutan keharusan dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik sesuai perkembangan industri 4.0 antara Pers Media yang akan menjalin kerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pesisir Barat mulai dari Registrasi Akun, Pengiriman Berkas Administrasi, hingga Pengiriman Bukti Tayang serta Pengarsipan Data. Selain itu, sebelumnya penerapan aplikasi SIKAMDO ini juga telah dipelajari oleh Pemprov Lampung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung Barat, Lampung Tengah, Kota Metro, Lampung Utara, dan Bengkulu Selatan.

Selanjutnya Kasi Pengelola Media juga menegaskan bahwa setiap media yang akan melakukan Kerjasama dengan Pemkab Pesisir Barat melalui Dinas Kominfo harus melewati SiKAMDO. Kebijakan ini pun sudah sampai pada pimpinan tertinggi, sehingga siapapun yang mencoba untuk mencari jalan pintas kerjasama media tanpa melalui SiKAMDO maka dengan akan mendapatkan bahasa yang sama yaitu penolakan. 

“Kita tidak pandang bulu media besar atau kecil jika tidak melewati SiKAMDO maka dengan tegas kita sampaikan tidak akan menjalin Kerjasama, silahkan media itu sendiri yang harus mengikuti SOP dan Kebijakan sebelum terjalinnya kerjasama. ”, tegasnya.

Penerapan aplikasi ini sebetulnya memudahkan para pers media itu sendiri dan tidak ada niat mempersulit mereka, jika dulu mereka harus mengeluarkan biaya untuk cetak bukti tayang fisik dan lain-lain, maka dengan SiKAMDO ini hanya mengisi form isian yang telah ditentukan pada aplikasi.

Pada fase awal penerapan SiKAMDO banyak mendapat penolakan dari pers media, terutama biro – biro tugas di wilayah Pesisir Barat yang sebelumnya terbiasa dengan cara konvensional menganggap akan sulit jika beralih menggunakan aplikasi. Namun demikian, berkat buah kesabaran dan pendampingan tim operator SiKAMDO terhadap media yang mengalami kesulitan akhirnya satu persatu kendala bisa teratasi dan saat ini SiKAMDO telah berjalan normal di tahun ketiga penerapannya bahkan beberapa waktu yang lalu mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat melalui penghargaan Inovasi Goverment Award (IGA) 2020.

INFO REDAKSI