Krui,
Menu

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pesisi Barat Tedi Zadmiko, SKM., MM menyampaikan hadir pada acara tersebut para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Camat Pesisir Tengah, para tokoh adat 16 Sai Batin Marga, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta Empat orang Wisatawan asal Spanyol.

Selanjutnya disampaikan pula oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pesisi Barat bahwa 2 dari 4 orang Wisatawan asal Spanyol tersebut didandani dan dipakaikan pakaian adat Lampung "mereka sangat antusias dan merasa senang bisa terlibat langsung pada acara ini" pagelaran seni budaya pada prinsipnya merupakan sosialisasi beragam nilai, norma dan kearifan yang terdapat di dalam kebudayaan itu sendiri kepada masyarakat luas, tidak hanya di internal masyarakat kabupaten Pesisir Barat, namun juga masyarakat luar daerah bahkan masyarakat internasional.

Bupati Pesisi Barat DR. Drs. H. Agus Istiqlal dalam sambutannya menyampaikan bahwa pagelaran seni budaya ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh elemen masyarakat daerah kabupaten pesisir barat pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya, betapa negeri para sai batin dan para ulama ini sangat kaya akan seni dan budaya, yang telah diwariskan secara turun temurun oleh leluhur kita pada masa silam. ini berarti potensi yang bisa kita manfaatkan amat besar untuk mengatrol akselerasi pembangunan daerah dalam rangka mewujudkan kualitas hidup masyarakat dan kondisi daerah yang  lebih  baik saat ini maupun pada masa yang akan datang.

Selanjutnya Bupati juga menghimbau supaya kegiatan pagelaran seni budaya ini dapat dijadikan sebagai event tahunan dan diharapkan menjadi  muara yang menyuguhkan representasi dari pertumbuhan seni dan budaya yang ada  di kabupaten pesisir barat, disamping memberikan tempat strategis kepada ekspresi seni budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Pesisir Barat.

Selain itu, agar keragaman budaya lokal yang kita miliki tidak punah, tergerus oleh zaman, sehingga proses usaha budaya lokal amat penting dilakukan di era globalisasi saat ini. sebagaimana yang kita lihat dan saksikan bersama, bahwa di era globalisasi saat ini sedang menghadapi tantangan yang sangat berat. ternyata, tanpa kita sadari, tatanan kehidupan berubah ke arah yang tidak tertata dengan baik, apalagi dengan ditemukannya teknologi digital, arus informasi menjadi tidak dapat lagi dikontrol. dampak nyata dari fenomena ini adalah nilai‐nilai luhur budaya yang selama ini kita junjung tinggi  serta kita  jadikan peletak dasar sendi‐sendi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa seakan‐akan telah luntur.