PESISIR BARAT — Festival Nyambai 2026 resmi digelar di Wisata Bumi Lebu Tenumbang, Kabupaten Pesisir Barat, Jumat (14/8/2026) malam. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Lamban Lembah Pesawaran bersama Desa Wisata Budaya Bumi Lebu tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian adat dan budaya Lampung sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat.

Festival Nyambai 2026 dihadiri Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Lampung Kuswanto, S.S., M.Hum., Ketua Umum Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Barat Dian Hardiyanti Dedi, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pesisir Barat Elizawati Tedi Zadmiko, para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, para Sai Batin marga, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, sponsor, media partner, serta tamu undangan lainnya.

Kehadiran para Sai Batin dari berbagai marga turut memperkuat nuansa adat dalam pelaksanaan Festival Nyambai 2026. Di antaranya Sai Batin Marga Tenumbang, Sai Batin Marga Way Napal, Sai Batin Marga Pugung Tampak, Sai Batin Marga Pugung Penengahan, Sai Batin Marga Melaya, Sai Batin Marga Pulau Pisang, Sai Batin Marga Ulu Krui, dan Sai Batin Marga Bandar.

Rangkaian acara diawali dengan salam dan sapaan khas Lampung sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya daerah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Muarafa Nur Afif, M.Pd., serta penampilan Tari Batin oleh Lamban Tari Umbul Dalom.

Ketua Panitia Festival Nyambai 2026, Novri Rahman, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Nyambai yang digelar Yayasan Lamban Lembah Pesawaran bersama Desa Budaya Bumi Lebu memiliki maksud dan tujuan penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi budaya Lampung.

Festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal, menjaga, dan meneruskan tradisi Nyambai kepada generasi berikutnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antarmasyarakat dan memperkuat rasa bangga terhadap identitas budaya Lampung.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Sai Batin Marga Tenumbang, Pun Merah Gunawan, S.H., M.M., gelar Pangeran Mangku Alam.

Dalam kesempatan tersebut, nilai-nilai adat dan budaya menjadi bagian penting dalam menjaga identitas masyarakat Lampung. Tradisi yang diwariskan para leluhur diharapkan tetap hidup dan dapat terus dipelajari oleh generasi muda.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Lampung, Kuswanto, S.S., M.Hum., hadir sekaligus membuka secara resmi Festival Nyambai 2026.

Pembukaan festival kemudian dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada lima penampil Festival Nyambai 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi para pelaku seni dan budaya dalam memeriahkan sekaligus melestarikan tradisi Lampung.

Lima tokoh adat yang menerima penghargaan tersebut yakni Sai Batin Marga Tenumbang Pun Merah Gunawan, S.H., M.M., gelar Pangeran Mangku Alam; Sai Batin Marga Way Napal Pun Putrakan Jaya Diningrat, S.Pd., M.Si., gelar Suntan Pangeran Dalam Simbangan Ratu; Sai Batin Marga Pugung Tampak Pun Drs. AE. Wardana Kesuma Kaha, gelar Suntan Kesuma Ningrat; Sai Batin Marga Pugung Penengahan Pun Arief Bangsawan, S.Sos., gelar Suntan Tingkatan Marga; serta Sai Batin Marga Pugung Melaya Pun Drs. Muhammad Mansolihi, gelar Suntan Pangeran Parid Patoni.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Lampung Kuswanto, S.S., M.Hum., Ketua Umum Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Barat Dian Hardiyanti Dedi, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pesisir Barat Elizawati Tedi Zadmiko, Ketua Yayasan Lamban Lembah Pesawaran Arman AZ, dan Ketua Panitia Festival Nyambai 2026 Novri Rahman, M.Pd.

Festival Nyambai 2026 di Wisata Bumi Lebu Tenumbang diharapkan tidak hanya menjadi agenda pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan adat Lampung kepada masyarakat luas.

Keberadaan kegiatan tersebut sekaligus memperkuat potensi Bumi Lebu sebagai desa wisata berbudaya serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan budaya daerah.

Melalui kolaborasi pemerintah, tokoh adat, komunitas budaya, masyarakat, dan generasi muda, Festival Nyambai diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya Lampung di Kabupaten Pesisir Barat.
(Rilis Diskominfotiksan)