
PESISIR BARAT – Masyarakat Kabupaten Pesisir Barat diimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang masih dalam pemantauan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama instansi terkait.
Berdasarkan informasi resmi Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III (Siaga). Episode erupsi menerus tercatat mulai Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan berakhir pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Setelah itu, PVMBG juga mencatat adanya erupsi susulan bertipe Strombolian pada pukul 03.53 WIB dengan durasi sekitar 30 detik.
Sementara itu, BMKG terus melakukan pemantauan terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, termasuk sebaran abu vulkanik di atmosfer. Berdasarkan analisis citra satelit pada Minggu (6/9) pukul 08.00 WIB, BMKG mengidentifikasi sebaran abu vulkanik yang mencakup sejumlah wilayah, termasuk Banten, Lampung, Bengkulu, dan wilayah lainnya, bergantung pada ketinggian serta arah pergerakan abu.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama apabila di wilayah Pesisir Barat terjadi paparan abu vulkanik. Abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan dan mata, serta berpotensi mengurangi jarak pandang apabila konsentrasinya cukup tinggi.
Masyarakat yang mendapati adanya hujan atau paparan abu vulkanik di lingkungan sekitar dianjurkan menggunakan masker atau pelindung pernapasan serta melindungi mata. Warga juga dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi abu cukup pekat dan mengganggu jarak pandang.
Selain itu, masyarakat diimbau menutup makanan dan sumber air agar terhindar dari paparan abu. Apabila terdapat abu yang menempel di lingkungan rumah, pembersihan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan abu kembali beterbangan.
Bagi masyarakat yang berkendara ketika terjadi paparan abu vulkanik, khususnya pengguna sepeda motor, diimbau meningkatkan kehati-hatian karena abu dapat mengganggu jarak pandang dan memengaruhi kondisi permukaan jalan.
Badan Geologi juga menegaskan bahwa masyarakat di wilayah pantai Provinsi Lampung dan Banten diharapkan tetap tenang dan dapat melakukan aktivitas seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan situasi dan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, termasuk informasi mengenai sebaran abu vulkanik yang dapat memengaruhi wilayah Lampung.
Masyarakat diharapkan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengacu pada sumber resmi, antara lain Badan Geologi/PVMBG, BMKG, BPBD, serta pemerintah daerah.
Tetap tenang, tingkatkan kewaspadaan, dan ikuti setiap perkembangan serta arahan resmi dari instansi berwenang. (Rilis Diskominfotiksan)

