Krui -

PEMKAB PESIBAR GELAR UPACARA PARIPURNA BULANAN SEKALIGUS MEMPERINGATI HARI BELA NEGARA DAN HARI IBU TAHUN 2023

PESISIR BARAT-Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Kabupaten Pesisir Barat Suryadi, S.IP., M.M., menginformasikan bahwa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat (Pesibar), menggelar upacara paripurna bulanan sekaligus memperingati Hari Bela Negara dan Hari Ibu Tahun 2023, di Halaman Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Senin (18/12/2023).

Bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara, Asiten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Zukri Amin, M.P., dengan dihadiri Ketua I Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pesibar, Yulnawati Zulqoini, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pesibar, L. Liastuti, S.Pd., M.M., Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesibar, Ripzon Efendi, S.Sos., Forkopimda Pesibar, dan diikuti oleh peserta upacara dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelajar SD dan SMP se-Kecamatan Pesisir Tengah.

Dalam amanatnya Asisten II Zukri Amin menyampaikan bahwa sebagai warga negara harus memiliki semangat, kesadaran, dan kemampuan bela negara yang mempunyai daya tangkal dan ketangguhan dalam menghadapi situasi yang semakin berkembang pesat dan kompleks di segala bidang. "Oleh karena itu, kita harus terus membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, produktif, inovatif dan berdaya saing serta memiliki kesadaran bela negara," ujar Asisten II Zukri.

Menurut Asisten II Zukri, bela negara adalah sikap, prilaku, dan tindakan warga negara, baik secara perseorangan maupun kolektif dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah serta keselamatan bangsa dan negara. Bela negara dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggungjawab dan rela berkorban dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. "Nilai dasar bela negara adalah cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, dan kemampuan awal bela negara," jelas Asisten II Zukri Amin.

"Nilai- nilai inilah yang harus terus diimplementasikan dalam program pembinaan kesadaran bela negara, baik itu di lingkungan pendidikan, lingkungan pekerjaan, maupun lingkungan masyarakat pada umumnya," imbuh Asisten II Zukri Amin.

Dalam peringatan Hari Bela Negara ke-75 kali ini, Asisten II Zukri Amin mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama- sama menunaikan tugas dan bertanggung jawab sesuai dengan peran dan profesi kita masing- masing, untuk ikut serta dalam bela negara. "Jadikan hari ini sebagai momentum untuk semakin meningkatkan kesadaran, semangat, serta kewajiban dalam membela negara, membangun bangsa, dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," imbau Asisten II Zukri Amin.

Dalam momen itu, Asisten II Zukri Amin juga menyampaikan ucapan selamat Hari Ibu ke-95. Dimana peringatan tersebut merupakan sebuah momentum indah yang seharusnya dirayakan setiap hari, namun kali ini sebagai simbol penghormatan khusus. "Ibu, perempuan yang penuh pengorbanan, tiada henti memberikan kasih sayang tanpa syarat. Ibu adalah sosok yang senantiasa ada di setiap langkah hidup kita, memberikan dukungan tanpa pamrih. Tanpa ibu, kita tak akan pernah merasakan hangatnya kasih sayang sejak kita masih di kandungan, hingga kita dewasa ini," kata Asisten II Zukri Amin.

Asisten II Zukri Amin juga mengajak agar mengenang dan menghargai peran ibu dalam kehidupan yang mengajarkan arti sabar, ketekunan, dan ketabahan. "Jadikan hari ibu bukan hanya sebagai ajang ungkapan rasa terimakasih, sebagai panggilan untuk lebih peduli terhadap ibu-ibu di sekitar kita yang mungkin tengah merasakan kesulitan. Bantulah mereka, berikan dukungan dan tunjukkan sikap peduli terhadap kehidupan mereka. Jadikan kasih sayang ibu sebagai sumber inspirasi untuk menjalani hidup dengan baik dan bermakna," tandasnya.

Masih kata Asisten II Zukri Amin, peringatan hari ibu sejatinya penanda pergerakan perempuan Indonesia dari masa ke masa dalam mendidik generasi bangsa sekaligus berperan besar dalam menyuarakan hak-haknya guna mendapatkan perlindungan dan mencapai kesetaraan gender. "Hari ibu menjadi pengingat bahwa perempuan merupakan sumber daya potensial dan mampu berkontribusi setara dalam pembangunan serta menjadi pondasi yang kuat bagi tumbuhnya generasi yang berkualitas di tanah air. Maju mundurnya bangsa ini sangat tergantung pada kaum ibu. Maka, peringatan hari inu juga menjadi refleksi dan renungan tentang berbagai upaya yang telah dilakukan untuk memajukan pergerakan perempuan pada seluruh aspek pembangunan dan langkah mewujudkan kesetaraan gender serta pemberdayaan perempuan di Indonesia," pungkas Asisten II Zukri Amin.