Krui,
Menu

Bupati Pesisir Barat Dr.Drs.Hi.Agus Istiqlal,SH.,MH menghadiri acara Seminar Ketahanan Keluarga dengan tema "Membangun Ketahanan Keluarga Untuk Menyiapkan Generasi Berkualitas" bertempat di Gedung Serba Guna Selalaw pada hari Senin 29 Juli 2019.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pesisir Barat Tedi Zadmiko,SKM.,MM menginformasikan bahwa hadir dalam acara yang merupakan rangkaian kegiatan Harganas tingkat Provinsi Lampung yang dipusatkan di Krui Pesisir Barat tersebut Ketua TP.PKK Kabupaten Pesisir Barat Ny.Septi Istiqlal, para narasumber dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung, Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pesisir Barat, dan seluruh peserta seminar.

Kepala Dinas PPKB Nurdiah,S.Pd.SD dalam laporannya menyampaikan bahwa ketahanan keluarga adalah kondisi dinamis suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik, material dan psikis mental spritual guna hidup mandiri, mengembangkan diri dan keluarganya untuk mencapai keadaan yang harmonis dalam meningkatkan lahir dan batin.Maka dari itu dianggap perlu kita meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), tentunya hal ini sejalan dengan nawacita ke 5 Presiden Republik Indonesia yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, peningkatan sumber daya manusia dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga. pembangunan keluarga diarahkan kepada pembangunan ketahanan keluarga, dimana hasilnya akan menghasilkan kondisi keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta kemampuan fisik dan material untuk hidup harmonis, dalam rangka menigkatkan kesejahteraan keluarga lahir dan batin.

Pada sambutan Bupati Pesisir Barat menyampaikan bahwa keluarga merupakan lingkungan primer dan fundamental, tempat terbentuknya kepribadian yang mewarnai kehidupan manusia. Persemaian nilai-nilai agama, kemanusiaan, kebangsaan keadilan sosial dan nilai-nilai moral secara praktis akan berkembang dan ditentukan dari dalam keluarga.Tentunya dengan melaksanakan fungsi-fungsi keluarga secara menyeluruh dan konsekuen, maka keluarga akan sejahtera dan apa yang dicita-citakan dapat tercapai dan dalam hal tersebut akan menentukan kualitas keluarga kedepannya. Kemudian, ketahanan keluarga dapat diwujudkan dengan adanya kebersamaan yang berkualitas antar anggota keluarga, dimana pada zaman sekarang dirasakan mengalami penurunan yang salah satunya akibat kemajuan teknologi yang menjadi ancaman bagi keluarga sehingga anggota keluarga berkumpul tetapi tidak berinteraksi dalam keakraban melainkan sibuk dengan kesendiriannya terhadap digadjetnya masing-masing.

Dilanjutkannya untuk menghadapi tantangan globalisasi seperti ini keluarga menjadi garda terdepan, sebagai wahana dan lingkungan utama dan pertama bagi anak, maka keluarga menjadi tempat anak menyerap hal-hal yang positif untuk membentuk karakternya. Karena itu kualitas anak-anak generasi penerus bergantung pada kemampuan keluarga membangun ketahanan dalam menghadapi berbagai permasalahan.