Krui,
Menu

Pengajian Rutin Bulanan Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) di Masjid Al-Ihsan Pekon Sumber Agung Kecamatan Ngambur, Senin 23 September 2019.

Bupati Pesisir Barat Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H di dampingi Ketua Umum BKMT Kabupaten Pesisir Barat Hj.Septi Istiqlal, menghadiri pengajian rutin bulanan Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) sekaligus Penyerahan santunan kepada anak yatim.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pesisir Barat Tedi Zadmiko,SKM.,MM menginformasikan bahwa turut hadir pada acara pengajian rutin Bulanan BKMT tersebut, Pengurus BKMT Kabupaten dan kecamatan, Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dilingkungan Kabupaten Pesisir Barat, Pejabat Pengawas dan Pelaksana Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. Kapolsek Bangkunat, Camat se- Kabupaten Pesisir Barat, Peratin dan masyarakat yang berada di sekitaran Kecamatan Ngambur.

Dalam sambutan Bupati Pesisir Barat, menjelaskan tentang badan kontak majlis taklim (BKMT) merupakan suatu organisasi independent dimana keanekaragaman warna dipersatukan dalam BKMT yang merupakan bagian dari lingkungan sosial yang memiliki kedudukan strategis, berperan sebagai wahana pendidikan yang berusaha menanamkan akhlak mulia, meningkatkan ketakwaan, pengetahuan dan kecakapan yang diabadikan dengan upaya mencerdaskan kehidupan dan memajukan kesejahteraan umat dalam rangka mencari keridhaan Allah SWT.
kemudian, pada kesempatan ini saya sarankan bahwa BKMT hendaknya dapat menjadi pelopor persatuan dan kesatuan, pelopor persaudaraan dan pelopor dalam membangun umat, majelis taklim harus meningkatkan kemampuan dan peran, agar keberadaannya bermanfa’at bagi masyarakat.

Selanjutnya, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat untuk selalu mendorong anak-anak kita selaku generasi penerus bangsa untuk selalu membaca, mempelajari dan mengamalkan al-quran dalam kehidupan sehari-hari. salah satu penyebab merosotnya moral generasi muda pada saat ini, dikarenakan anak-anak dan remaja mulai enggan untuk mengaji dan mengkaji al-quran. sehingga akan membuat akhlak dan perilaku mereka menjadi kurang bagus terhadap orang tua, saudara, teman dan lingkungan tempat tinggal mereka. dengan demikian mari kita tingkatkan kecintaan kita terhadap Al-quran dengan mengaktifkan kembali TPA, surah dan mushola sebagai tempat belajar anak-anak kita belajar mengaji.
untuk itu, mari kita tingkatkan ukhwah islamiah kita supaya selalu terjaga keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, serta harus bekerja dan berupaya dengan sungguh-sungguh lebih optimis dan selalu berfikir positif dalam setiap langkah untuk membangun hari esok menjadi lebih baik, tetap jaga kerukunan, bersatu dalam langkah, samakan persepsi dan pemahaman kita semua, demi terwujudnya visi BKMT yaitu memberantas buta aksara al-quran di Kabupaten Pesisir Barat dengan program dhuha, mengaji dan serta melaksanakan program penunjang yaitu : pengajian rutin bulanan BKMT Kabupaten, pengajian rutin Kecamatan, pengajian Pekon, rumah baca Al-quran, pengajian ibu-ibu pengurus BKMT Kabupaten 2 (dua) minggu sekali, dhuha bersama 2 (dua) bulan sekali dan lomba azan dan lomba mengaji.

Kehadiran BKMT diharapkan mampu berperan dalam setiap bidang kehidupan dan mampu memberikan warna kesejukan dan semangat cinta akan kebenaran dan keadilan. Bupati berharap kepada segenap pengurus dan anggota BKMT, untuk memaknai peran dan tanggung jawab sebagai pengurus, yang memiliki kedudukan strategis, agar tercipta sinergisitas dalam mengemban amanah sehingga program-program kerja yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.
pada kesempatan ini juga saya berharap kepada pengurus BKMT Kabupaten Pesisir Barat agar bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah, untuk menuju masyarakat islam yang kaffah dan dikelola secara sungguh - sungguh dengan mengedepankan pada pembentukan akhlaq dan perilaku yang sesuai dengan norma, nilai dan adat istiadat.
kemudian Bupati berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat mengaplikasikan al-quran dalam kehidupan sehari-hari agar dapat membentengi diri dari pengaruh negatif perkembangan zaman, menjadi pedoman hidup dan menjadi karakter masyarakat Kabupaten Pesisir Barat yang mayoritas beragama islam.