
Bandar Lampung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri berbasis potensi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat TEDI ZADMIKO, S.K.M., S.H., M.M. pada kegiatan Hilirisasi Berbasis Agro dan Peningkatan Daya Saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) Pangan di Provinsi Lampung yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia di Radisson Lampung Kedaton, Bandar Lampung, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 16–18 Juli 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat hilirisasi sektor agro, meningkatkan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) pangan, serta mendorong terciptanya nilai tambah bagi komoditas unggulan daerah melalui proses pengolahan yang lebih modern, inovatif, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kabupaten Pesisir Barat didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pesisir Barat Irvan Leonardo Abdullah, S.P., M.Si., serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pesisir Barat Murliana, S.Sos., M.Sc.
Turut hadir Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia Faisol Riza, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, M.M., Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Reni Yanita, jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Provinsi Lampung, sekretaris daerah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, kepala perangkat daerah terkait, serta para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pembiayaan, akademisi, dan pelaku IKM dalam memperkuat sinergi percepatan hilirisasi berbasis agro. Melalui hilirisasi, komoditas pertanian diharapkan tidak lagi dipasarkan sebagai bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mampu meningkatkan daya saing industri, memperluas lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam laporannya, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Reni Yanita menyampaikan bahwa penguatan hilirisasi berbasis agro merupakan salah satu strategi nasional dalam mempercepat transformasi industri pangan berbasis potensi lokal. Pemerintah terus mendorong peningkatan daya saing IKM melalui peningkatan kualitas produk, penerapan sistem keamanan pangan, diversifikasi produk olahan, perluasan akses pembiayaan, serta pemanfaatan teknologi.
Ia menjelaskan, Provinsi Lampung sebagai salah satu sentra produksi singkong terbesar di Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi yang mampu meningkatkan daya saing industri nasional.
Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Lampung yang dibacakan Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, M.M., disampaikan bahwa Lampung memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan hilirisasi singkong. Selama ini singkong masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan baku, padahal komoditas tersebut memiliki prospek besar untuk diolah menjadi berbagai produk pangan maupun nonpangan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Melalui hilirisasi, diharapkan tercipta peningkatan nilai tambah komoditas, penguatan Industri Kecil dan Menengah, perluasan kesempatan kerja, serta peningkatan kesejahteraan petani. Pemerintah Provinsi Lampung juga berkomitmen mendukung kebijakan Pemerintah Pusat dalam membangun ekosistem industri pengolahan singkong yang terintegrasi dari hulu hingga hilir sehingga Lampung tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil singkong, tetapi juga menjadi pusat industri olahan singkong yang berdaya saing nasional maupun internasional.
Membuka kegiatan tersebut, Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia Faisol Riza menegaskan bahwa hilirisasi singkong merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperkuat struktur industri nasional.
Menurutnya, peningkatan nilai tambah akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan petani, tumbuhnya Industri Kecil dan Menengah, terciptanya lapangan kerja, serta meningkatnya daya saing produk Indonesia di pasar domestik maupun ekspor.
"Lampung memiliki potensi yang luar biasa. Tantangan kita hari ini bukan lagi sekadar meningkatkan produksi singkong, tetapi bagaimana menghasilkan nilai tambah melalui hilirisasi sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat, khususnya petani dan pelaku IKM," ujar Faisol Riza.
Usai mengikuti kegiatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat TEDI ZADMIKO, S.K.M., S.H., M.M. menyampaikan bahwa Pemkab Pesisir Barat menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan sektor pertanian dan industri berbasis potensi lokal.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan sekaligus peluang kolaborasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan komoditas unggulan daerah agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi melalui hilirisasi.
"Kegiatan ini memberikan wawasan dan pengalaman yang sangat berharga bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi komoditas unggulan melalui hilirisasi. Pesisir Barat memiliki berbagai komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan agar memiliki nilai tambah. Kami siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong penguatan Industri Kecil dan Menengah, meningkatkan daya saing produk lokal, serta menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat," ujar Sekda.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berharap berbagai kebijakan, inovasi, serta peluang kerja sama yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pengembangan industri berbasis potensi lokal. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, memperkuat daya saing Industri Kecil dan Menengah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan melalui penguatan hilirisasi sektor agro.
(Rilis Diskominfotiksan)