PESISIR BARAT – Kreativitas pelajar dalam mengenal dan melestarikan budaya daerah mendapat ruang melalui Pentas Budaya dan Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2026 di Kabupaten Pesisir Barat.

Sebanyak tujuh karya seni hasil pembelajaran para pelajar ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari seni tari, musik tradisional, seni pertunjukan, kaligrafi Aksara Lampung, hingga karya literasi yang mengangkat budaya dan kearifan lokal Pesisir Barat.

Mewakili Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Sri Agustini, S.K.M., M.Kes., secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Kegiatan yang mengusung tema “Ngehurekko Seni Di Sekula, Ngelestariko Budaya Pakai Kham” ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan RI, Balai Pelestarian Kebudayaan, dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam sambutan Bupati Pesisir Barat yang dibacakan Sri Agustini, disampaikan bahwa GSMS merupakan program strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya daerah.

“Sekolah bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan, tetapi ruang membentuk kepribadian. Melalui seni, anak belajar disiplin, kerja sama, keberanian tampil, dan mencintai budaya sendiri,” ujar Staf Ahli Sri Agustini.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berkomitmen memperkuat pelaksanaan GSMS secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara seniman, budayawan, sekolah, dan komunitas.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pelajar untuk mengenal seni dan budaya secara langsung, sekaligus mendorong tumbuhnya generasi muda yang mampu menjaga dan meneruskan warisan budaya daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Perwakilan Kementerian Kebudayaan RI Benekdita Andrea Nugrayanti, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kuswanto, S.S., M.Hum., para Kepala OPD, Ketua TP-PKK Pesisir Barat Dian Hardiyanti, S.ST., M.M., Ketua DWP Eliza Wati Tedi Zadmiko, S.Sos., Ketua MKKS SMP, Ketua K3S SD, guru pendamping, serta ratusan siswa peserta.

GSMS Pesisir Barat tahun ini melibatkan tujuh seniman yang mengajar selama tiga bulan di tujuh sekolah. Dari proses pembelajaran tersebut, para pelajar menghasilkan berbagai karya seni yang kemudian dipentaskan dan dipamerkan dalam Gelar Karya.

1. Ahmad Susantri, S.Sn.
Mengajar di SDN 10 Krui dengan karya “Tari Mandi Lawok”, yaitu tarian tradisi masyarakat pesisir.

2. Andesba, S.Si.
Mengajar di SMPN 22 Krui dengan karya “The Greatest of Sai Batin Kakiceghan”, berupa karya tari kontemporer berbasis sejarah Saibatin.

3. Eli Darmawanti, S.Sos.
Mengajar di SMPN 12 Krui dengan melibatkan 15 siswa. Karya yang dihasilkan berjudul “Jejak Kata di Negeri Para Sai Batin dan Ulama”, berupa buku kumpulan 30 cerita pendek karya siswa yang mengangkat budaya dan kearifan lokal Pesisir Barat.

4. Ricad Sambera, S.Sn.
Mengajar di SDN 49 Krui dengan karya “Khiuh Sanak Tandang” berdurasi 7 menit 30 detik. Karya tersebut merupakan komposisi musik tradisional yang terinspirasi dari aktivitas anak-anak Pekon Negeri Ratu Tenumbang saat musim durian, dengan memadukan alat dan pukulan tradisi Lampung.

5. Riki Saputra, S.Pd.
Mengajar di SMPN 7 Krui dengan karya “Ngelemang”, berupa seni pertunjukan tradisi memasak lemang.

6. Jesika Wulandari, S.Pd.
Mengajar di SDN 38 Krui dengan melibatkan 17 siswa. Karya yang dihasilkan berupa kaligrafi Aksara Lampung dan pidato Bahasa Lampung dengan tema “Kebudayaan di Lampung”. Sebanyak 17 karya kaligrafi ditampilkan dengan menggambarkan adat dan budaya Lampung.

7. Novi Wijaya, A.Md.Pt.
Mengajar di SMPN 1 Krui dengan karya “Nanjakh Bubu”, yaitu tari tradisi yang menggambarkan aktivitas menangkap ikan menggunakan bubu.

Seluruh karya tersebut dipentaskan dan dipamerkan dalam Gelar Karya GSMS Pesisir Barat, menampilkan hasil nyata proses pembelajaran seni selama tiga bulan di sekolah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kreativitas mereka, mengenal lebih dekat seni dan budaya daerah, serta turut menjaga keberlanjutan warisan budaya Bumi Para Sai Batin dan Ulama. (Rilis Diskominfotiksan)

View the embedded image gallery online at:
https://pesisirbaratkab.go.id/berita/gerakan-seniman-masuk-sekolah-angkat-budaya-lokal-pesisir-barat-7-karya-seni-tampil-memukau-di-gelar-karya-gsms-2026?layout=default&print=1&tmpl=component#sigProId3142497059