
PESISIR BARAT – Berbagai potensi hasil bumi di Kabupaten Pesisir Barat dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi jika diolah secara kreatif. Salah satunya buah sawo yang melalui inovasi pengolahan dapat dijadikan dodol dan berpeluang menjadi produk kuliner khas daerah.
Hal tersebut menjadi salah satu tujuan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pesisir Barat menggelar pelatihan pembuatan dodol berbahan dasar buah sawo di MAN 1 Krui, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja DWP Kabupaten Pesisir Barat Tahun Anggaran 2026 di bidang ekonomi tersebut dibuka secara resmi oleh Penasihat I DWP Kabupaten Pesisir Barat, Ny. Dian Hardiyanti Dedi.
Turut hadir Penasihat II DWP Kabupaten Pesisir Barat Dea Derika Topani, Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat Ny. Elizawati Tedi Zadmiko, perwakilan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Sosp3AKB) Kabupaten Pesisir Barat, Erma Oktariawati, S.ST., selaku Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, serta narasumber Nani Fatimah Ibrahim.
Pelatihan ini diikuti pengurus DWP Unit Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan se-Kabupaten Pesisir Barat, dengan masing-masing unit mengirimkan dua orang perwakilan.
Dalam sambutannya, Penasihat I DWP Kabupaten Pesisir Barat, Ny. Dian Hardiyanti Dedi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menambah keterampilan anggota, tetapi juga mendorong lahirnya ide-ide kreatif dalam memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.
Menurutnya, buah sawo yang selama ini dikonsumsi dalam bentuk buah segar dapat diolah menjadi produk makanan yang memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi.
Ia berharap, melalui pelatihan ini, dodol sawo nantinya dapat dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan maupun oleh-oleh khas Pesisir Barat. Selain membuka peluang usaha, inovasi tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perekonomian keluarga dan masyarakat.
"Melalui inovasi pengolahan buah sawo ini, kita tidak hanya melestarikan kekayaan hasil bumi Pesisir Barat, tetapi juga membuka peluang pasar baru yang lebih luas," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting dalam mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi keluarga. Karena itu, berbagai kegiatan pemberdayaan seperti pelatihan keterampilan perlu terus dikembangkan agar anggota DWP memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung pembuatan dodol sawo yang dipandu oleh Nani Fatimah Ibrahim, pemilik Quinsyacakes sekaligus anggota Bidang Ekonomi DWP Kabupaten Pesisir Barat.
Melalui pendampingan narasumber, para peserta diperkenalkan dengan teknik pengolahan buah sawo menjadi dodol. Diharapkan, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Penasihat I DWP juga berharap para peserta dapat mulai memproduksi dodol sawo secara mandiri, memperhatikan kualitas produk, membuat kemasan yang menarik, serta memanfaatkan peluang pemasaran agar produk tersebut semakin dikenal masyarakat.
Sementara itu, berdasarkan laporan panitia, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota DWP dalam mengolah buah sawo menjadi produk bernilai ekonomi. Pelaksanaannya didukung melalui dana hibah Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pesisir Barat Tahun Anggaran 2026.
Melalui kegiatan tersebut, DWP Kabupaten Pesisir Barat berharap semakin banyak potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk kreatif dan memiliki nilai jual. Dengan begitu, selain meningkatkan keterampilan anggota, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru serta ikut mendorong pertumbuhan UMKM dan perekonomian keluarga di Kabupaten Pesisir Barat. (Rilis Diskominfotiksan)