Krui,

KAB. PESISIR BARAT - Sebagai salah satu prioritas pembangunan, penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu isu strategis. Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat melalui Kementerian Sosial, saat ini telah memiliki Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT).

Melalui Dinas Sosial (Dinsos), Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung diwakili Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Wilayah I mengatakan SLRT bisa menjadi solusi terpadu untuk berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Menurutnya, saat ini penanganan masalah yang disebabkan kemiskinan masih ditangani oleh masing-masing sektor. Melalui SLRT Dia berharap penanganan tersebut bisa terintegratif, komprehensif, lebih efektif, tepat sasaran dan lebih maksimal terhadap masyarakat.

“SLRT ini diharapkan bisa menjadi solusi tepat bagi  Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), kemiskinan, Penerima Bantuan Iuran (PBI) secara real time serta masyarakat yang mengikuti Program Keluarga Harapan (PKH),” ucap Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Wilayah I yang dipusatkan di OR Cukuh Tangkil Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Selasa (20/4).

Sebagai informasi, Kepala Dinas Sosial Agus Triyadi, S.Ip.,M.M menjelaskan Sistem Layanan Dan Rujukan Terpadu untuk Perlindungan Sosial Dan Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Pesisir Barat ini, merupakan sistem yang membantu masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan.

“Berdasarkan profil dalam Basis Data, SLRT ini berfungsi untuk menghubungkan masyarakat dengan program-program pusat dan daerah, yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat. SLRT juga membantu mengindentifikasi keluhan masyarakat miskin dan rentan, melakukan rujukan, dan memantau penanganan keluhan untuk memastikan bahwa keluhan keluhan tersebut ditangani dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Sosial mengungkapkan SLRT di Kabupaten Pesisir Barat ini baru terbentuk tahun 2020 lalu dan saat ini sudah memiliki  3 pekon yang sudah dibentuk Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) dengan 1 orang front office dan 1 orang back office. Namun jumlah tersebut tidak sepadan dengan 116 Desa dan 2 kelurahan yang ada di Kabupaten Pesisir Barat.

“SLRT ini berdasarkan Peraturan Bupati nomor :  17 Tahun 2021 tentang Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu Lamban Sai Betik Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu. Puskesos Penanganan Kemiskinan Pekon Suka Baru, Pekon NR Tenumbang, dan Puskesos Pekon Kota Jawa Kecamatan Bangkunat baru terbentuk tahun 2020 lalu dan sudah terlatih 1 orang front office dan 1 orang back office. Jumlah front office dan back office yang terbatas ini, tidak mengurangi aktivitas layanan terhadap kebutuhan masyarakat. Dan  pihak terkait yang telah terintegrasi dengan SLRT, diharapkan juga bisa bekerjasama lebih optimal.

“Meski sudah sangat baik, saya harap semua pihak yang terintegrasi dengan SLRT bisa bekerja sama dengan lebih cepat dan optimal. Integrasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perumahan Rakyat (Pera), Dinas Pendidikan, serta pihak lainnya,” ungkapnya.

Untuk rencana kerja tahun 2021, Kepala Bidang Fakir Miskin pada Dinas Sosial  Provinsi Lampung memaparkan SLRT akan melakukan pola kemitraan dengan Coorporate Social Responsibility (CSR), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), yang mewajibkan seluruh Desa memiliki Pusat kesejahteraan sosial (Puskesos).

Kinerja SLRT bersama fasilitator memiliki jam kerja tidak terbatas. Kedepannya harapan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial hendaknya SLRT ini difasilitasi 1 unit tablet android, pulsa dan perangkat SLRT, agar tim Puskesos Pekon dapat menjalankan tugasnya melayani mayarakat untuk mendata by name by adres dengan baik. “Jika masyarakat membutuhkan layanan kami, silahkan hubungi langsung fasilitator SLRT yang ada di Desa masing-masing,  atau ke Sekretariat SLRT di Jl. Pengadilan No.64 Pasar Mulia Barat Kel. Pasar Krui kontak person Rika di nomor 082186959276, email ke Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.,” tutur Supervisor yang biasa di panggil Matun ini.

INFO REDAKSI