Krui -

PASANGAN BUPATI - WAKIL BUPATI PESIBAR HADIRI SAFARI RAMADHAN KARANG TARUNA DI PEKON MON

PESISIR BARAT-Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan), Suryadi, S.IP., M.M., menginformasikan bahwa, Bupati - Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H., - A. Zulqoini Syarif, S.H., menghadiri Safari Ramadhan 1445 Hijriah yang digelar oleh Karang Taruna Pesibar dan Dinas Kesehatan (Dinkes), di Balai Pekon Mon Kecamatan Ngambur, Jumat (22/3/2024).

Ketua Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pesibar, Septi Istiqlal, Ketua I TP-PKK Pesibar, Yulnawati Zulqoini, Camat Pesisir Selatan, Ngambur, Ngaras, dan Bangkunat, peratin se-Kecamatan Pesisir Selatan, Ngambur, Ngaras, dan Bangkunat, dan seluruh Ketua Karang Taruna ditingkat pekon.

Ketua Karang Taruna Pesibar yang juga menjadi Plt. Kepala Dinkes Pesibar, Suryadi, S.IP., M.M., mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan dan antusiasme jajaran camat, peratin, hingga pengurus Karang Taruna dalam mengikuti kegiatan dimaksud yang mulai menjadi agenda rutin Karang Taruna Pesibar disetiap tahunnya. "Harapannya melalui kegiatan ini juga menjadi sarana bagi semua pihak untuk meningkatkan silaturahmi dan semangat kekompakan dalam membangun Pesibar kedepannya," singkat Ketua Karang Taruna Pesibar Suryadi.

Sementara itu Bupati Agus Istiqlal dalam acara tersebut mengatakan bahwa bulan Suci Ramadhan merupakan bulan pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan spritual masyarakat sebagai ummat Islam, sehingga mampu memberikan makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan melalui langkah- langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah, menuju manusia yang seutuhnya dan memiliki pola pemikiran tauhid, serta berprinsip hanya karena Allah SWT, manusia yang mempunyai kecerdasan spritual akan memiliki kesadaran diri, mengetahui apa yang menjadi nilai dalam hidupnya, apa yang dia percayai, dan apa yang memotivasinya, mampu mengatasi masalah yang dihadapinya dengan solusi cemerlang sesuai prinsip dan keyakinan yang dipegangnya serta menghargai keberagaman dan menolak untuk melakukan kekerasan pada orang lain.

"Dalam momen ini pula kita dianjurkan untuk selalu peduli terhadap keadaan kehidupan keluarga, tetangga, dan masyarakat yang berada disekeliling kita. Kepedulian sosial merupakan salah satu aspek dari ajaran Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada ummatnya, yang pada intinya bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab mendorong lahirnya kepedulian dalam ruang lingkup yang luas baik dalam keluarga, tetangga dan masyarakat," tutur Bupati Agus Istiqlal.

Lebih jelas Bupati Agus Istiqlal menerangkan, kebiasaan berbagi dan berempati akan melahirkan sikap saling kenal mengenal, menjalin keakraban, tolong menolong, saling membantu dan memudahkan untuk mendeteksi jika keluarga dan tetangga kesusahan dan kesedihan. "Dengan demikian akan terbentuk ruang lingkup kepedulian sosial yang senantiasa menjunjung tinggi ukhuwah yang utuh tanpa ada sekat suku, bangsa, dan agama," lanjut Bupati Agus Istiqlal.

Selain itu, Bupati Agus Istiqlal juga mengatakan bulan suci Ramadhan bisa disebut sebagai bulan silaturrahmi karena didalamnya terdapat momen dan jalinan kebersamaan antar sesama muslim seperti dalam ibadah shalat tarawih berjamaah, shalat witir berjamaah, dan ibadah lainnya yang dilakukan secara bersama. "Sehingga makna silaturrahmi yang dilakukan pada Ramadhan, selain akan menumbuhkan semangat sosial dengan ikatan spritual, juga akan menumbuhkan kepuasan batin bahwa kehidupan bersama harus tetap di jaga, dipupuki, distimulasi, dan dikembangkan dalam ekspresi keberagamaan," jelas Bupati Agus Istiqlal.

"Dalam rangka implementasi nilai itulah maka Pemkab Pesibar melalui tim Safari Ramadhan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan yang merupakan salah satu bentuk sikap dan peran pemerintah dalam membangun tali silaturrahmi antar sesama, khususnya sesama umat muslim di Pesibar," imbuh Bupati Agus Istiqlal.

Masih kata Bupati Agus Istiqlal, secara fungsional kegiatan tersebut diharapkan akan menjadi salah satu perekat atau ukhuwah antara pemerintah selaku umara dengan ulama dan masyarakat. "Sedangkan secara substansi kegiatan ini juga merupakan wadah komunikasi melalui penyampaian pesan- pesan agama lewat tausyiyah dan arahan pemerintah daerah kepada masyarakat ditiap-tiap masjid yang dikunjungi," pungkas Bupati Agus Istiqlal.