
PESISIR BARAT – Suasana berbeda tampak di Lapangan Komplek Perkantoran Bupati Pesisir Barat, Kamis pagi (07/05/2026). Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat tampil seragam dan memukau dengan mengenakan Batik Khas Pesisir Barat dalam pelaksanaan apel harian rutin.
Penggunaan batik motif lokal tersebut bukan sekadar bagian dari penampilan, tetapi menjadi bentuk nyata komitmen Pemkab Pesisir Barat dalam melestarikan warisan budaya daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Negeri Para Sai Batin dan Para Ulama.
Dalam arahannya yang disampaikan melalui pimpinan apel, Bupati Pesisir Barat menegaskan bahwa penggunaan batik khas daerah merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya lokal di tengah pelayanan publik. Beragam motif khas seperti Sinjang Bunta dan corak pesisir lainnya yang dikenakan para ASN menjadi simbol kebanggaan terhadap kekayaan budaya dan karya perajin lokal.
“Mengenakan batik khas Pesisir Barat adalah bentuk penghargaan terhadap sejarah dan jati diri daerah. Hari ini, lapangan perkantoran bukan hanya menjadi tempat koordinasi kerja, tetapi juga etalase budaya yang menunjukkan kebanggaan terhadap produk karya perajin lokal,” ujar pimpinan apel.
Selain sebagai upaya pelestarian budaya, kebijakan penggunaan batik khas daerah juga memberikan dampak positif terhadap pelaku UMKM lokal. Dengan adanya imbauan penggunaan batik lokal dalam agenda resmi pemerintahan, permintaan terhadap produk batik karya perajin rumahan di Pesisir Barat terus meningkat.
Keseragaman busana batik yang dikenakan seluruh jajaran ASN, mulai dari staf hingga pejabat eselon, menciptakan suasana yang estetik, berwibawa, dan sarat nilai kearifan lokal. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk semakin mencintai dan menggunakan produk daerah sendiri.
Ke depan, Pemkab Pesisir Barat berharap gerakan penggunaan batik khas daerah dapat menginspirasi sektor swasta maupun generasi muda agar semakin bangga mengenakan batik lokal dalam aktivitas sehari-hari. Dengan menjadikan batik sebagai bagian dari budaya kerja dan kehidupan masyarakat, Pesisir Barat optimistis mampu membawa potensi industri kreatif daerah ke tingkat nasional hingga internasional. (Rilis Diskominfotiksan)