Krui -

PESISIR BARAT-Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan), Suryadi, S.IP., M.M., menginformasikan bahwa, Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H., kembali menghadiri sekaligus membuka pelaksanaan hari kedua kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2024, di Halaman Sekretariat Pemerintahan Kecamatan Pesisir Selatan, Rabu (6/3/2024).

Ikut hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Sekda, Drs. Jon Edwar, M.Pd., Ketua Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pesibar, Septi Istiqlal, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pesibar, dan masyarakat yang datang dari beberapa kecamatan.

Dalam kesempatan itu Bupati Agus Istiqlal mengatakan bahwa kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi. Sehingga pemerintah harus hadir guna memastikan bahwa ketersediaan pangan tercukupi. "Kegiatan GPM merupakan salah satu langkah Pemkab Pesibar untuk menstabilkan harga pangan dan menekan laju inflasi," ungkap Bupati Agus Istiqlal.

Menurut Bupati Agus Istiqlal, harga bahan pangan di pasaran saat ini terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dampaknya berpengaruh terhadap peningkatan laju inflasi di Indonesia. "Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 500.1.2/510/SJ, tanggal 26 Januari 2024 tentang pengendalian harga dan stok pangan di daerah, dimana butir penting berdasarkan arahan Mendagri dalam rangka Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) yaitu melakukan GPM secara masif terutama pada saat terjadinya gejolak pasokan dan harga pangan serta inflasi yang relatif tinggi," kata Bupati Agus Istiqlal.

Lanjut Bupati Agus Istiqlal, saat ini ketersediaan pasokan beras masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat di Pesibar, meskipun jumlahnya tidak terlalu melimpah yang disebabkan panen raya padi secara nasional dan di Pesibar baru akan terjadi April mendatang. "Memasuki bulan suci Ramadhan biasanya permintaan terhadap bahan pangan terutama beras semakin tinggi bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sedangkan ketersediaan beras sangat terbatas, hal ini menyebabkan harga beras semakin tinggi dipasaran," jelas Bupati Agus Istiqlal.

Masih kata Bupati Agus Istiqlal, komoditi beras medium saat ini harganya dipasar tradisional sudah mencapai harga Rp16 ribu per Kg, begitu juga komoditi yang lain seperti minyak goreng, telur, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, bawang putih dan gula merupakan kebutuhan pokok rumah tangga. Tingginya harga tersebut membuat masyarakat mengalami kesulitan. "GPM yang dilaksanakan hari ini untuk menjamin pasokan ketersediaan pangan yang dibutuhkan dan dapat dibeli dengan harga yang lebih terjangkau yaitu beras medium per 5 Kg dengan harga jual Rp54 ribu, minyak goreng dengan harga jual Rp14 ribu per Liter, gula pasir dengan harga jual Ro15 ribu per Kg, telur ayam ras dengan harga jual Rp50 per Kg, dan tepung terigu dengan harga jual Rp12 ribu per Kg," ungkap Bupati Agus Istiqlal merincikan.

Masih kata Bupati Agus Istiqlal, pihaknya meminta agar seluruh OPD ikut serta berkontribusi dan menjadikan GPM sebagai kegiatan yang rutin diselenggarakan di Pesibar yang diharapkan tidak hanya membantu masyarakat untuk dapat membeli bahan pangan dengan harga murah, tetapi juga dapat menghidupkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Pesibar.

"Juga diharapkan agar melalui GPM dapat menjadi sarana promosi dan pemasaran produk komoditi pertanian dan peternakan yang merupakan hasil kelompok tani dan peternak di Pesibar yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani," pungkas Bupati Agus Istiqlal.